MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

83 Personel Polda Riau Ikuti Assessmen Uji Kompetensi Penyidik

MP, PEKANBARU – Sebanyak 83 personel Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Rabu (23/11/2022), mengikuti kegiatan asesmen uji kompetensi penyidik dan penyidik pembantu.

Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (26/11/2022) mendatang di salah satu hotel Pekanbaru ini dibuka Wakapolda Riau Brigjen Pol Tabana Bangun.

Dalam sambutannya, Tabana Bangun menyebutkan, kegiatan itu sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas

pelayanan kepada masyarakat, dengan menciptakan penyidik yang semakin profesional.

“Kita ingin mewujudkan penyidik yang Presisi, yang memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi dibuktikan dengan sertifikasi penyidik dan penyidik pembantu,” ucapnya.

Sehingga, imbuhnya, kegiatan ini akan menambah jumlah penyidik dan penyidik pembantu Polri yang bersertifikasi serta memiliki kompetensi dan berintegritas di jajaran Polda Riau.

Adapun peserta yang ikut assesment uji kompetensi itu terdiri dari Ditreskrimum 22 personel, Ditreskrimsus 4 personel, Ditresnarkoba 15 personel, Ditpolairud 7 personel, dan Polres jajaran 35 personel.Jenderal bintang satu ini berujar, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, telah mempengaruhi berbagai aspek dalam penegakan hukum yang menjadi tugas utama jajaran fungsi reserse.

Menurutnya, Polri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat yang hidup di era teknologi dewasa ini.

Maka diperlukan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengemban tugas dalam penegakan hukum khususnya di wilayah hukum Polda Riau,” kata Brigjen Tabana.

Ia menuturkan, total penyidik di Polda Riau saat ini sebanyak 298 personel, yang terbagi kepada penyidik 96 personel dan penyidik pembantu 202 personel.

Sementara untuk Polres jajaran, ada sebanyak 1.011 personel. Di antaranya penyidik 125 personel dan penyidik pembantu 886 personel.

“Jumlah keseluruhan penyidik dan penyidik pembantu Polda Riau dan jajaran yakni sebanyak 1.309 personel. Dari jumlah tersebut, yang sudah memiliki sertifikasi kompetensi berjumlah 135 personel atau sekitar 10,3 persen,” lanjutnya.

Brigjen Tabana menyebut, hal ini disebabkan masih minimnya penyidik yang sudah mengikuti

Dikbangspes (Pendidikan Pengembangan Spesialisasi) maupun Latkatpuan (Pelatihan Peningkatan Kemampuan) fungsi penyidikan yang menjadi salah satu persyaratan untuk menjadi penyidik.

Diharapkan ke depan, dengan adanya kegiatan ini, maka kualitas SDM penyidik dapat meningkat, yang berbarengan pula dengan peningkatan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan

keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar yang telah ditetapkan lembaga sertifikasi.

“Saya sangat menyambut baik kegiatan sertifikasi ini yang diselenggarakan oleh LSP Polri

Untuk itu saya ucapkan terima kasih dan selamat datang kepada seluruh perangkat LSP Polri dan para asesor serta para peserta sertifikasi,” ungkapnya.

Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Lemdiklat Polri, Kombes Pol Drs. Guntur Fartio Gaffar menerangkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, SDM adalah kunci dari Indonesia yang maju.

Senada dengan hal tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut menyatakan dalam program prioritasnya, bahwa SDM Polri harus hebat, profesional dan unggul dalam menghadapi era 4.0.

Hadir dalam kegiatan ini, Wakapolda Riau Brigjen Pol Tabana Bangun, Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Lemdiklat Polri, Kombes Pol Drs. Guntur Fartio Gaffar, Supervisor LSP Kombes Pol Supriyadi, para pejabat utama Polda Riau, tim LSP sebanyak 7 orang serta para asesor penyidik sebanyak 10 orang. * (rls/Ryan Ferdinan)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.