MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

AMBR Desak Kejati Riau Usut Tuntas Dugaan Korupsi PT Inhutani IV Proyek RHL Rohul Rp39 M

MP, PEKANBARU –  Untuk yang kesekian kalinya, massa pengunjukrasa dari Aliansi Mahasiswa Bersatu Riau (AMBR) melakukan aksi di gerbang kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Jumat (22/7/2022).

Mereka menuntut pihak Kejati Riaua untuk mengusut tuntas dugaan korupsi berjemaah oknum PT Inhutani IV para proyek program RHL 2019-2021 dengan total anggaran mencapai Rp39 miliar (m) dan luas 4.863 hektare.

”Ini aksi kami yang kesekian kalinya di kantor Kejati Riau. Namun anehnya, hingga kini belum ada tanggapan oleh pihak penyidik Kejati,” kata Rizki Fauzi, Koordinator Lapangan (Korlap) AMBR dalam orasinya.

Padahal, imbunya, pihaknya tidak sekadar berorasi tetapi juga membawa bukti bukti. ”Sudah hampir 3 tahun kasus dugaan korupsi dengan cara penggelembungan anggaran, tetapi entah mengapa belum juga ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” pungkasnya.

Ketua AMBR Ahmad Hidayat menambahkan, entah apa yang menjadi kendala dari penyidik Kejati Riau untuk menangani perkara ini.

”Mengapa bapak bapak Kejati yang terhormat ini begitu lamban menangani perkara ini. Padahal kerugian negara cukup besar, hingga miliran Rupiah,” pungkasnya.

Usai membaca aspirasi mereka, utusan Kejati Riau Victor Hood mengundang 3 (tiga) perwakilan pengunjukrasa untuk mendaftarkan langsung laporan mereka ke Bagian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejati Riau.

Di kesempatan itu, staf Kejati Riau itu mengatakan, pihaknya akan menampung asprasi tersebut. Tetapi para pengunjurkasa minta bersabar karena di kesempatan itu sedang berlangsung serangkaian kegiatan sempena memperingati HarI Adhiyaksa.

Setelah mendengar penjelasan tersebut, massa AMBR ini pun membubarkan diri dengan tertib. Namun sebelum meninggalkan kantor Kejati Riau, mereka menekan akan kembali melakukan aksi serupa dengan massa yang lebih banyak lagi jika tuntutan mereka tidak diindahkan. * (DW Baswir)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.