MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

APH Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pengembangan Kawasan Masjid Raya An-Nur

MP, PEKANBARU – Pihak aparat penegak hukum (APH) baik Kejaksaan Tinggi (Kejati) maupun Kepolisian Daerah (Polda) Riau diminta untuk mengusut tuntas kasus dugaan penyimpangan dan korupsi pada pekerjaan fisik pengembangan kawasan Masjid Raya An-Nur Pekanbaru tahun 2022.

Pasalnya, proyek dengan nilai sebesar Rp40,7 miliar lebih yang dimenangkan PT BJM ini disebut LSM KPK Komite Peduli Kinerja (KPK) Indonesia diduga sarat dengan praktek korupsi dan penyimpangan, mulai dari proses tender hingga pekerjaannya di lapangan.

”Kami meminta Aparat Penegak Hukum untuk mengusut tuntas masalah ini. Apalagi ini uang masjid pun dihembat. Sebagai putra Riau kami tidak senang,” tukas Zamhur, Ketua LSM KPK Indonesia kepada wartawan di salah satu hotel di Pekanbaru.

Menurut dia, LSM KPK Indonesia telah turun ke lapangan untuk memantau pekerjaan pengembangan kawasan Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau 2022 dan ditemukakan beberapa penyimpangan.

”Kami juga telah mendapatkan informasi dari kontraktor yang dikalahkan dan kini sedang melakukan gugatan di PTUN Pekanbaru. Intinya, proyek ini dipaksakan pemenang. Diduga sudah diatur. Diatur Sekdaprov Riau,” kata Zamhur lagi.

Sekdaprov Riau SF Harianto yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA), Rabu (2/11/2022), belum memberikan tanggapan.

Ketua LSM KPK Indonesia menambahkan, untuk sidang gugatan PTUN Pekanbaru, beberapa hari lalu sudah memasuki PS atau Sidang Lapangan. Dalam gugatan ini, pihak penggugat merupakan rekanan yang menawarkan harga terendah kelima dari 7 rekanan/kontraktor yang ikut dalam pekerjaan pengembangan kawasan Masjid Raya An-Nur Pekanbaru.

Sementara pihak pihak tergugat di antaranya; Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan 48 /DIS.PUPRKPP/T Biro Pengadan Barang dan Jasa Setda Provinsi Riau (Tergugat I), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPKPP Provinsi (Tergugat II) dan PT BJM sebagai Tergugat III.

Dalam pekerjaannya, kata Zamhur, pihak sudah mengecek di lokasi ditemukan beberapa material bangunan yang tidak dengan kontrak dan beberapa spesifikasi teknis lainnya. ‘

”Oleh sebab itu, kami minta APH segera turun tangan dan mengecek lansung berbagai penyimpangan dalam pelaksaan proyek pengembangan kawasan Masjid Raya An-Nur ini,” pungkas Zamhur. * (DW Baswir)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.