MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

APH Riau Tak Respon, Kasus Rekayasa Piutang Bapenda Pekanbaru Dilaporkan ke Mabes Polri

MP, JAKARTA – Tidak ada respon dari Aparat Penegak Hukum (APH) di Riau, kasus dugaan rekayasa piutang demi meraih penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru akhirnya dilaporkan ke Mabes Polri.

Forum Mahasiswa Pemuda Riau Bersatu (FMPRB) selaku pihak pelapor kepada Medium Pos, Selasa (7/6/2022), membenarkan laporan itu.

Usai melaporkan kasus rekayasa itu di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Bagian Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipitersus) Mabes Polri, Koordinator Umum (Korum) FMPRB Septiandi Putra dan Koordinator Lapangan (Korlap) Agus Riano Putra menyebutkan, pihaknya terpaksa melaporkan dugaan tindak pidana itu ke Mabes Polri dan menyusul ke Kejaksaan Agung (Kejagung) karena laporan mereka di tingkat Provinsi Riau maupun Kota Pekanbaru tidak mendapat respon.

”Kami sudah melaporan perkara ini saat aksi demonstasi di Kejari (Kejaksaan Negeri, Red) Kota Pekanbaru pada 20 Mei 2022 lalu. Tak ditanggapi, kami lanjutkan aksi ke Polda dan Kejati (Kejati) Riau. Tapi lagi lagi kami harus kecewa laporan kami di-cuek-in,” tuturnya.

Septiandi Putra berharap, perjuangan elemen masyarakat, mahasiswa dan pemuda di Provinsi Riau yang diwakili hingga ke ibukota Jakarta akan mendapatkan tindak lanjut dari APH.

Jika tidak juga ditanggapi, imbuhnya, pihaknya sepulang ke Pekanbaru bakal mengadakan aksi demonstrasi tahap II secara besar besaran. Baik di Pekanbaru maupun di Jakarta.

”Sekali lagi kami tegaskan kami memiliki bukti kuat terkait laporan ini,” tutupnya. * (DW Baswir)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.