MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Belum Ada Surat Penetapan Pengadilan, Ketua Kopsa-M Tetap Ditahan

MP, PEKANBARU – Kuasa Hukum Anthony Hamzah, Ketua Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa M) mengancam akan melaporkan Kapolres Kampar, Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang ke Div Propam Mabes Polri, Jamwas Kejagung dan Mahkamah Agung (MA).

”Tujuan kami ke Polres Kampar hari ini adalah sehubungan dengan masa penahanan Pak Anthony Hamzah yang telah habis, tetapi surat penetapan penahanan tidak ada. Kami meminta klien kami dibebaskan karena surat penetapan penahannya tidak ada,” tegas Samaratul Fuad, SH, Kuasa Hukum Anthony Hamzah, Ketua Kopsa-M kepada Medium Pos, Minggu (12/6/2022).

Dibeberkannya, faktanya, Tim Kuasa Hukum Anthony Hamzah telah bertemu dengan Kasat Tahti (Satuan Perawatan dan Barang Bukti) Polres Kampar.

”Dan dia membenarkan surat surat penahanan Pak Anthony mulai dari Pengadilan sampai dengan putus di pengadilan itu, dan juga penetapan dari Pengadilan Tinggi untuk perpanjang penahanan Pak Anthony itu tidak ada. Tetapi Kapolres Kampar tetap menahan klien kami,” kata Samaratul Fuad.

Ia menjelaskan, dari salinan putusan PN Bangkinang masa penahan Anthony Hamzah suedah berakhir pada 7 Juni 2022, tetapi penetapan penahanan tidak ada.

”Sekarang sudah 5 hari. Seharusnya penetapan penahanan ditetapkan oleh Pengadilan Tinggi hari ini. Karena dalam persidangan Pak Anthony mengajukan permohnan banding. Jadi dia belum memiliki keputusan hukum tetap. Proses banding itu kewenangannya Pengadilan Tinggi,” jelasnya.

Samaratul Fuad mengaku kaget. Betapa tidak dari penyelusurannya surat penetapan atau vonis terhadap kliennya itu masih di pengadilan.

”Ini berarti benar tidak ada penetapan. Ini menjadi persoalan. Ini bentuk perampasan kemerdekaan oleh kepolisian, pengadilan dan kejaksaan. Sehingga melihat bahwa tentu dengan kasus seperti ini tidak hanya soal adminsitrasi saja, pelanggaran HAM, perampasan kemerdekaan orang ternyata terjadi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Anthony Hamzah, Ketua Kopsa-M divonis Majelis Hakim PN Bangkinang dengan 3 (tiga) tahun penjara karena dinyatakan terbukti bersalah telah memberikan bantuan berupa uang dan legalitas surat kuasa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, dalam hal ini milik PT Langgam Harmoni, Selasa (31/5/2022). Terhadap putusan Majelis Hakim itu, Anthony Hamzah mengajukan banding. * (DW Baswir)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.