MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Dianggap Sering Bikin Gaduh, Ketua KNPI Riau Didemo Pengunjukrasa

MP, PEKANBARU – Dianggap sering bikin gaduh, Ketua KNPI Riau versi Ketum DPP Muhammad Ryano Satria Panjaitan, Larshen Yunus didemo seratusan orang di depan gerbang kantor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Jumat (21/10/2022) siang.

Para pendemo yang gabungan beberapa organisasi kepemudaan yang menamakan diri Pergerakan Organisasi Kepemudaan Kota Pekanbaru Bersatu (POKKPB) tiba di depan pagar kantor PN dengan mobil pick up membawa pengeras suara serta membentangkan beberapa spanduk yang berisi hujatan terhadap Larshen Yunus (LY).

Mulai dari tudingan sebagai Ketua KNPI Riau “Gadungan” sampai ke soal yang dihadapi di persidangan di PN Pekanbaru terkait dugaan pemasuk tanpa izin sekaligus pengrusakan kunci elektronik ruang Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi.

“Ada sedikitnya 29 perkara yang menjerat Larshen Yunus. Yang saat ini sedang disidangkan kasus pengrusakan kunci ruangan BK DPRD Riau,” kata Tengku Ibnu Ikhsan, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi POKBPB dalam orasinya.

Ditambahkannya, dalam persidangan yang dihadapi Larshen Yunus, pihak jaksa penuntut umum (JPU) telah menuntut yang bersangkutan dengan ancaman 5 (lima) bulan kurungan dan langsung menjalani penahanan.

“Rasa keadilan itu dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya Pekanbaru dan tidak hanya segelintir orang saja. Untuk itu kami mengapresiasi jaksa yang telah menuntut Larshen Yunus dengan 5 bulan penjara dan langsung ditahan,” pungkasnya.

Tidak hanya soal dugaan pengrusakan kunci pintu elektronik gedung BK DPRD Riau, imbuhnya, Larshen Yunus yang cenderung mengadu domba beberapa tokoh masyarakat dengan statement statement nya di media massa.

Pernyataan pernyataan Larshen Yunus ini menggiring opini yang sejatinya tidak benar dan mengandung Suku, Agama, Ras dan, Antargolongan (SARA).

Di tempat terpisah, Larshen Yunus yang dikonfirmasi Medium Pos terkait aksi demonstrasi itu hanya tersenyum.

“Biasa lah Bang. Dah pasti adik adik (pendemo, Red) ada yang menggerakkan. Yang jelas kita tetap tegak lurus menentang segala bentuk rasuah, ketidakadilan masyarakat dan membantu warga yang memerlukan bantuan kita,” tuturnya.

Tentang tuntutan jaksa terhadap dirinya, Larshen mengaku telah didzalimi. Kehadiran dirinya justru melaporkan JPU ke Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Riau.

“Saya bersama Rudi Yanto juga akan meminta Komisi Yudisial Perwakilan Riau untuk mengawasi persidangan kami,” pungkasnya usai menyampaikan laporan ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejati Riau.. * (DW Baswir)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.