MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Diresmikan Kapolda Irjen M Iqbal, Ditpolairud Polda Riau Luncurkan Aplikasi QRIS

MP, PEKANBARU — Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) Riau meluncurkan aplikasi Quick Response Information System (QRIS). Aplikasi ini untuk meningkatkan pelayanan yang cepat bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah perairan.

Peluncuran QRIS Polairud ini berbarengan dengan 7 aplikasi digital lainnya oleh Kepala Polda (Kapolda) Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal di Aula Tribrata, lantai 5 Gedung Mapolda Riau, Jalan Pattimura Pekanbaru, Selasa (20/9/2022).

Direktur Polairud Polda Riau Kombes Pol Eko Irianto menerangkan, aplikasi QRIS ini sebagai bentuk implementasi dari program prioritas Bapak Kapolri, dengan tranformasi menuju Polri yang presisi yaitu berupa teknologi kepolisian di era polisi 4.0 dalam rangka meningkatkan pelayanan publik.

”Yang melatarbelakangi pihaknya menciptakan aplikasi QRIS ini, yaitu mengingat bahwa wilayah hukum Polda Riau memiliki garis pantai perairan yang cukup panjang yaitu sekitar 685,2 kilometer, hampir sama panjangnya dengan pulau Jawa,” ucapnya.

Menurut Kombes Eko, garis pantai tersebut terbentang 7 kabupaten dan kota, dari Kepulauan Panipahan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) sampai dengan Pulau Kijang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan 139 pulau.

”Sebagian perairan Riau berbatasan dengan Selat Malaka yang merupakan selat yang lalu lintas perairannya cukup padat. Ada aekitar 60.000 kapal yang melintasi perairan Selat Malaka,” ungkapnya.

Kombes Eko menilai, kondisi ini menimbulkan kerawanan terjadinya tindak pidana ataupun kejahatan. Seperti halnya perampokan, pencurian, kecelakaan, tabrakan hingga kebakaran kapal di perairan maupun di sungai, termasuk permasalahan orang tenggelam.

Permasalah selama ini, imbunnya, jika terjadi kecelakaan maupun kejahatan di laut atau perairan, masyarakat susah atau lambat untuk melapor.

”Oleh sebab itu kita mencoba menyiapkan aplikasi yang sudah kita canangkan yaitu aplikasi QRIS untuk menciptakan kondisi agar sarana memudahkan masyarakat untuk melapor,” kata Kombes Eko.

Direktur Polairud Polda Riau ini menerangkan, di aplikasi ini ada fitur panic button yang bisa digunakan oleh masyarakat apabila menjadi korban atau mengetahui adanya tindak pidana kejahatan, perampokan pencurian, mengalami kecelakaan di perairan, atau melihat ada orang tenggelam.

“Dalam keadaan darurat dapat menekan tombol tersebut yang nantinya akan tersambung langsung ke seluruh handphone personil Polairud jajaran Polda Riau. Kemudian personel dalam radius paling terdekat akan merespon panggilan darurat tersebut dengan menghubungi pelapor untuk mengambil langkah atau tindak lanjut berikutnya,” terangnya.

Di kesempatan sama, usai meresmikan aplikasi QRIS dan 7 aplikasi digital lainnya, Kapolda Riau memberikan apresiasi.

Menurut Jenderal bintang dua itu, aplikasi QRIS milik Ditpolairud Polda Riau, sangat luar biasa bagus. Ia ingin agar aplikasi ini betul-betul bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Aplikasi QRIS ini diungkapkannya, turut berguna untuk membantu tugas kepolisian, terlebih karena begitu luasnya daerah yang harus diawasi. Ini tidak sebanding dengan sumber daya personel yang ada.

Namun Kapolda Irjen Pol M Iqbal berharap lewat aplikasi QRIS ini, polisi juga melibatkan peran serta stakeholder lainnya dalam pengawasan wilayah perairan di Riau.

“Kita mempunyai semangat bahwa dengan inovasi-inovasi ini kita semakin cepat sampai pada wilayah-wilayah yang harus kita jangkau. Baik itu kerawanan penyeludupan dan kerawanan kejahatan-kejahatan lainnya,” ucap Irjen Iqbal.

Jenderal polisi jebolan Akpol 1991 berujar, ada banyak pintu masuk di wilayah perairan Riau. Tentu ini juga semakin meningkatkan potensi terjadinya berbagai tindak kriminalitas.

“Karena itu lewat aplikasi QRIS ini, kita ingin semakin menguatkan peran dari seluruh stakeholder yang ada di perairan bekerjasama dengan masyarakat untuk meminimalisir penyeludupan, baik itu narkoba dan barang lain sebagainya,” terang mantan Kapolda NTB ini.

Irjen Iqbal berpesan agar implementasi penggunaan aplikasi ini, juga terus dievaluasi setiap saat. Apalagi, aplikasi ini juga akan digunakan oleh stakeholder yang bertugas di perairan.

Di akhir sambutannya, mantan Kadiv Humas Polri ini menegaskan, aplikasi yang diluncurkan ini hendaknya tidak sekadar seremonial.

Dirinya juga akan turun tangan mengecek langsung pelaksanaan di lapangan.

“Saya akan cek betul dan saya juga akan beri reward (penghargaan, Red) bagi seluruh pejabat utama yang memperkuat dan melakukan pengawalan melekat demi kepentingan masyarakat. Sehingga aplikasi ini betul-betul prinsipnya untuk pelayanan masyarakat yang prima,” tegas Irjen Iqbal.

Tak hanya soal reward, Irjen Iqbal juga memberlakukan pemberian punishment atau hukuman jika nyatanya terdapat kelalaian dalam menjalankan peran dan tugas pelayanan dari aplikasi tersebut. Bahkan Irjen Iqbal mengancam akan mengerahkan tim Propam.

“Akan ada punishment kepada personel yang lalai akan tanggung jawab terhadap aplikasi tersebut. Ini adalah konsekuensi petugas di lapangan,” pungkasnya. * (DW Baswir)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.