MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Dugaan Mufakat Jahat, Keluarga (Alm) Yasman, Pemilik Pasar Simpang Baru Panam Gugat Pemko Pekanbaru

MP, PEKANBARU – Keluarga ahli waris almarhum (Alm) Yasman selaku pemilik dan pengelola Pasar Simpang Baru Panam yang dahulu kala namanya Pasar Selasa menggugat Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berikut Ketua RW 18 Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya.

Pemko dan perangkat pemerintahannya itu digugat karena dugaan mufakat jahat terhadap penggugat.

Dalam gugatannya, alm. Yasman menguasakan kepada Advokat dari kantor Advokat Refranto Lanner. N, SH & Rekan.

Di sidang perdana yang dipimpin Ketua Majelis Hakim yang juga Ketua Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru DR Dahlan, S.H., M.H., Kamis (9/6/2022), pihak penggugat yang diwakili Agus Tri Khoirudien, S.H dan Eri Surya Wibowo, S.H menegaskan, kliennya mencari keadilan, meminta hak mereka kembali.

Dalam perkara itu, pihak pihak tergugat terdiri dari Agus Salim selaku anak dari alm. M. Zein (pemilik lahan pertama), Ketua RW 18 H. Yurni, Desi Ratnasari (penyewa lapak), Pemko Pekanbaru dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pekanbaru.

Persidangan ditunda, karena tidak satupun dari tergugat yang hadir. Sidang akan dilanjutkan, Kamis pekan depan (16/6/2022).

“Kita ingin hak klien kita kembali. tidak ada provokasi atau hasutan dari oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan pribadi atau kelompok atas nama apapun di Pasar Simpang Baru Panam,” kata Agus kepada wartawan usai persidangan.

Gugatan itu, imbuhnya, karena kliennya mengalami kerugian secara formil dan materil atas adanya dugaan mufakat jahat oleh beberapa oknum yang ingin menguasai pasar tersebut.

Dibeberkan Agus, klien mereka, Yasman semasa hidupnya mempunyai surat lengkap, mulai dari membeli lahan sampai membangun meja dan pengelolaan pasar. Operasional Pasar Selasa ketika itu berjalan lancar.

Akan tetapi, setelah Yasman meninggal dunia pada tahun 2020, ada beberapa oknum yang mengambil kesempatan dengan tuduhan-tuduhan keji yang dilontarkan oleh Ketua RW 18 terutamanya dengan mengatasnamakan Masyarakat dan Pemerintah kota (Pemko) Pekanbaru tanpa ada data dan fakta. ”Sehingga menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi klien kita dan nama baik keluarga tercoreng,” lanjut Agus.

Dia mengingatkan, Negara kita adalah Negara Hukum. Artinya, segala sesuatu yang dituduhkan selama ini kepada klien kita harus mempunyai data dan fakta yang berkekuatan hukum tetap di Negara Republik Indonesia (RI) ini.

“Selama ini, banyak tuduhan dan fitnah diterima klien kita, terutama, tuduhan yang sering dilontarkan oleh oknum Ketua RW 18 di sana. Oknum ini selalu menghasut para pedagang dengan mengatasnamakan pasar tersebut adalah milik Pemko bukan milik almarhum Yamsan,” ungkapnya.

Pertanyaannya, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Ketua RW itu apa? Apa mengurus pasar atau masyarakat? Patut diduga, Ketua RW di sana ingin memiliki pasar tersebut.

“Kami telah mendapatkan bukti kwitansi adanya pungutan ilegal tanpa ada stempel resmi dari Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Red) Kota Pekanbaru. Apalagi, dengan cara menghasut hampir seluruh pedagang di sana. Apa maksudnya Ketua RW18 tersebut?” ucapnya dengan nada kesal.

Jadi, kita sudah mempunyai data lengkap terkait keterlibatan Ketua RW 18 itu. Dimana, di salah satu kanal YouTube, ketua RW18 tersebut membagikan selebaran kertas kepada pedagang dan menghasut pedagang untuk tidak membayar sewa dan parkir kepada keluarga alm.Yasman. Sehingga, para pedagang yang menyewa meja terpengaruh.

Terlepas soal itu, Agus mengungkapkan, setelah gugatan itu, pihak penggugat akan memasang plang di pasar itu. * (DW Baswir)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.