MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Polda Riau Gulung Sindikat Pengoplos Gas Elpiji Subsidi

MP, PEKANBARU – Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggulung sindikat pengoplos gas Elpiji bersubsidi atau 3 kilogram (Kg).

Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto didampingi Direktur Reskrimsus Kombes Pol Ferry Irawan, Kasubdit I Reskrimsus Kompol Edi Rahmat Mulyana dan Kasubdit IV Reskrimsus AKBP Dhovan Oktavianton dalam konferensi pers di halaman belakang Mapolda setempat, Senin (26/9/2022).

Dibeberkan perwira polisi yang akrab disapa Narto, dari hasil interograsi para pelaku, mereka sudah menekuni usaha ilegal ini sejak 2,5 bulan, beroperasi mereka berhasil meraup keuntungan lebih kurang Rp500.000.000,-

”Pengakuan para tersangka, mereka sudah sudah menjalankan aksinya selama dua setengah bulan belakangan ini. Dalam kurun waktu itu, mereka berhasil meraup keuntungan lebih kurang setengah miliar Rupiah,” ucapnya.

Menurut Kabid Humas Polda Riau, pengungkapan perkara ini berawal dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti oleh Tim Subdit I Ditreskrimsus Polda Riau dengan melakukan penggerebekan sebuah ruko di Jalan Tanjung Batu, Nomor 110 Kelurahan Pesisir, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru, Rabu (7/9/2022) lalu.

Dari lokasi itu diamankan pemilik ruko, berinisial Tan alias Oyeb (56), warga asal Medan, Sumatera Utara (Sumut) bersama 4 pekerjanya, yang merupakan warga Pekanbaru. Para pekerja ini masing masing berinisial Sal alias Isan (50), Nft alias Nat (24), Syaf alias Icap (53) dan HDL alias Limbong (36).

Modus yang dilakukan komplotan ini dengan cara membeli tabung gas bersubsidi 3 kg dari sejumlah agen dan pengecer. Lalu tabung tabung gas Elpiji itu dibawa ke dalam ruko untuk dioplos atau disuling ke dalam tabung gas non subsidi, kurang 5,5 kg dan 12 kg.

“Setelah disuling ke dalam gas gas Elpiji non subsidi, mereka meniagakannya lagi dengan tujuan memperoleh keuntungan. Tetapi jelas ini sangat merugikan negara dan kepentingan masyarakat luas,” tukas Kombes Sunarto.

Selain mengamankan 5 tersangka, lanjutnya, pihak Polda Riau juga menyita beberapa barang bukti berupa 14 tabung kosong ukuran 12 kg warna pink dan biru, 44 tabung ukuran 12 kg yang berisi gas warna pink dan biru.

Lalu 36 buah tabung ukuran 5,5 kg berisi gas dengan warna pink, 54 tabung kosong ukuran 5,5 kg warna pink, 80 buah tabung berisi gas ukuran berat 3 kg subsidi.

Ada juga 22 tabung elpiji 3 kg kosong, 410 buah kepala segel warna kuning tanpa merk, 810 helai plastik segel warna hitam bertuliskan PT Giva Andalan Sejahtera, 1.810 helai plastik segel warna cokelat bertuliskan PT Cahaya Kerinci Abadi, 1 unit timbangan manual l, 13 selang konektor atau penyambung, 2 unit mesin pendorong gas, 2 unit air compressor merk Shark.

Berikutnya 1 unit hair dryer, 15 blok nota kosong bertuliskan supplier gas LPG Beringin, dan 168 buah rubber shield.

”Para tersangka bersama barang bukti kini sudah kita amankan di Mapolda Riau. Mereka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 55 Undang undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas sebagaimana telah diubah dengan Pasal 40 Ayat 9 Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan atau Pasal 62 ayat 1 junto Pasal 8 ayat 1 huruf f Undang Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1999,” terangnya.

Ancaman hukuman yang mereka terima, sebut Kabid Humas Polda Riau, 6 tahun kurungan dan denda paling tinggi Rp60 miliar. * (DW Baswir)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.