MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Dititip di Rudenim Pekanbaru, Terduga Pelaku ”Human Trafficking” Warga Rohingya Dibebaskan

MP, PEKANBARU – Terduga pelaku perdagangan manusia atau human trafficking warga Rohingya, Myanmar yang dititipkan di ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, Sabtu (20/5/2023) dinihari lalu dibebaskan.

Kepala Biro (Karo) Rudenim Panogu Sitanggang yang dihubungi melalui panggilan WhatsApp (WA) membenarkan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menahan warga Rohingya berinisial MAMS, kendatipun yang bersangkutan tidak memiliki dokumen keimigrasian.

”Memang ada pengungsi Rohingya yang tidak terregistrasi dan diamankan anggota BAIS (Badan Intelijen Strategis, Red) tengah malam. Petugas Rudenim yang piket malam itu, sudah berupaya menghubungi Satgas PPLN (Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Luar Negeri, Red) dan IOM (Organisasi PBB yang mengurus migrasi/pengungsi, Red) tapi tidak bisa. UNHCR juga kami hubungi tapi tidak diterima,” terangnya.

Sementara fungsi Rudenim sesuai Peraturan Presiden (Perpres) nomor 125 tahun 2016, hanya mengurus atau menerima setiap tindakan keimigrasian dari kantor kantor Imigrasi.

”Sementara fungsi kami tidak bisa menangani pengungsi seperti itu. Kalau pengungsi seperti itu masuk di tempat kami (kantor Rudenim, Red) nanti kami dilaporkan dengan tuduhan pelanggaran HAM,” tukasnya.

Untuk jelasnya kejadian ”penitipan” warga Rohingya yang diamankan petugas BAIS TNI di salah satu hotel melati di Kota Pekanbaru, Kepala Rudenim menyarankan untuk konfirmasi dengan Kasi Registrasi Administrasi dan Pelaporan (RAP) Rudenim Ungki, Senin (29/5/2023), karena dia sendiri sedang dinas di luar kota.

”Datang saja ke Rudenim. Konfirmasi dengan Kasi RAP nya saja, Bang,” ucapnya.

Warga Rohingya Coba Sogok Petugas

Terlepas soal itu, saat diamankan petugas BAIS TNI dari Hotel Sabrina, Jalan Sisingamangaraja Pekanbaru, terduga warga Rohingya ini mencoba menyuap mereka menawarkan uang jutaan rupiah, agar tidak dibawa dan dititipkan di Rudenim Pekanbaru.

Mirisnya, malam setelah dititipkan ke petugas piket Rudenim, mereka berjanji akan memanggil petugas BAIS TNI untuk dibuat berita acaranya.

baca juga berita :

https://www.mediumpos.com/diduga-pelaku-human-trafficking-warga-rohingya-dititipkan-ke-rudenim-pekanbaru/

Namun setelah ditunggu beberapa hari, tidak ada kabar apa tindakan yang akan dilakukan untuk terduga human trafficking warga Rohingya, Myanmar yang dititipkan tengah malam.

Akhirnya pihak BAIS TNI mencoba untuk konfirmasi. Yang mengagetkan, ternyata warga Rohingya ini sudah dibebaskan dan diserahkan ke UNHCR yang bertugas di Aceh. Padahal warga Rohingya berinisial MAMS ini mengantongi kartu UNHCR keluaran negara jiran Malaysia, yang diduga palsu. Wah! * (DW Baswir)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.